Menu

KENALI PENYAKIT DISPEPSIA

  • Sabtu, 31 Agustus 2019
  • 32305x Dilihat
KENALI PENYAKIT DISPEPSIA

Dispepsia berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata (dys) buruk dan peptei (pencernaan). Secara lebih jelas, arti kata dispepsia adalah sekumpulan gejala nyeri, perasaan tidak enak pada perut bagian atas yang menetap, atau berulang disertai dengan gejala lainnya seperti rasa penuh saat makan, cepat kenyang, kembung, bersendawa, nafsu makan menurun, mual, muntah, dan dada terasa panas, yang berlangsung sejak 3 bulan terakhir, dengan awal gejala timbul 6 bulan sebelumnya.

Apa Saja Gejala Dispepsia?

  1. Perut kembung
  2. Sensasi panas di dada atau heart burn, biasanya terjadi tepat setelah makan dan dapat bertahan selama beberapa jam. Rasa nyeri ini akan bertambah ketika pasien berbaring atau membungkuk
  3. Nyeri bagian ulu hati
  4. Sering bersendawa, yang disebabkan oleh naiknya asam lambung, sering menyertai nyeri ulu hati
  5. Sensasi panas pada perut
  6. Sering merasa lapar
  7. Nafsu makan menurun diakibatkan rasa panas di bagian dada dan perut, serta asam lambung naik, yang menekan keinginan untuk makan
  8. Perut mual
  9. Cepat kenyang saat makan
  10. Muntah
  11. Keluarnya cairan dari lambung (regurgitasi)
  12. Berat badan menurun

Gejala dispepsia selalu hadir dalam kelompok gejala, sehingga tidak ada satu gejala yang mendominasi.

Apa Penyebab Dispepsia?

Gejala-gejala dispepsia dapat disebabkan oleh:

  1. Peningkatan asam lambung, adanya masalah pada aliran makanan di dalam usus, adanya perlukaan pada lambung atau yang berada pada usus halus bagian awal, bahkan hadirnya suatu keganasan pada lambung.
  2. Pada kelompok orang dengan intoleransi laktosa dalam susu ataupun produk susu (mayoritas orang Asia) hal serupa juga akan dialami. Gejala yang sama pun akan tampak pada seseorang yang mengalami gangguan psikologis berupa kecemasan dan depresi.
  3. Peminum alkohol, atau penikmat kopi serta pada pasien yang sedang mengkonsumsi obat-obatan seperti aspirin, antibiotik, dan beberapa jenis obat lainnya.
  4. Peradangan pada kantung empedu (kolesistitis) atau nyeri yang berkaitan dengan kantung empedu ataupun salurannya (nyeri bilier).

Yang menjadi masalah adalah ketika kita berpikir bahwa gejala dispepsia mayoritas disebabkan karena kelainan di bagian lambung, sehingga terkadang ada yang sudah menggunakan obat maag dalam jangka waktu yang lama, tetapi tidak dapat menghilangkan gejala.

Jangan Anggap Sepele Nyeri Perut

Jika sering mengalami gejala-gejala perasaan yang tidak nyaman, atau nyeri pada perut bagian atas, atau dada bagian bawah, segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat, sebelum mengalami masalah kesehatan yang lebih serius. Ingatlah bahwa tidak semua nyeri ulu hati disebabkan oleh sakit maag. Jagalah asupan makanan dan kenalilah kondisi pencernaan Anda.

Artikel Lainnya


KENALI PENYAKIT DISPEPSIA


KENALI GEJALA STROKE