Pelayanan kesehatan tradisional merupakan salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan di Indonesia. Undang-undang nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan mengatur tentang pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional oleh pemerintah. Salah satu strategi pembangunan kesehatan adalah mendorong masyarakat untuk memelihara kesehatannya dan mengatasi masalah kesehatan ringan secara mandiri melalui asuhan mandiri. Asuhan mandiri (Asman) adalah upaya masyarakat untuk memelihara kesehatannya dan mengatasi masalah kesehatan ringan secara mandiri dengan memanfaatkan TOGA (taman obat keluarga) dan ketrampilan akupresur. TOGA merupakan sekumpulan tanaman berkhasiat obat yang ditanam di pekarangan rumah dan diramu untuk memelihara kesehatan keluarga. Akupresur adalah ketrampilan yang dilakukan dengan melakukan penekanan/pemijatan di titik-titik akupunktur pada permukaan tubuh dengan menggunakan ujung jari atau alat bantu lain untuk perawatan kesehatan. Pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) dan akupresur merupakan modal utama yang harus dimiliki oleh kader asman. Toga merupakan sumber obat yang mudah, murah, dan aman digunakan untuk mengurangi gejala penyakit-penyakit ringan. Sedangkan ketrampilan akupresur diperlukan karena aman dan mudah dilakukan oleh sendiri oleh masyarakat.
Kegiatan asuhan mandiri pemanfaatan toga dan akupresur ini mengundang kader dari masing – masing desa yang ada di wilayah UPTD Puskesmas II Denpasar Barat yaitu Desa Pemecutan Klod, Desa Dauh Puri Kauh, Desa Dauh Puri Klod, Desa Padang Sambian Klod, Desa Dauh Puri Kangin, dan Kelurahan Dauh Puri. Kegiatan ini diselenggarajan selama 2 hari. Pada hari Senin tanggal 4 Nopember 2019 dihadiri oleh Desa Dauh Puri Kauh, Desa Dauh Puri Klod, dan Desa Dauh Puri Kangin. Pada hari Selasa 5 Nopember 2019 dihadiri oleh Desa Pemecutan Klod, Desa Padang Sambian Klod, dan Kelurahan Dauh Puri. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Pertemuan UPTD Puskesmas II Denpasar Barat. Penyampaian materi dibawakan oleh drg Ardani (staf UPTD Puskesmas II DB).
Kelompok asuhan mandiri merupakan ujung tombak dalam memasyarakatkan kesehatan tradisional. Peran kader asuhan mandiri sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kesehatan tradisional yang sejatinya merupakan warisan leluhur kita. Diharapkan dengan diadakan kegiatan ini bisa berkelanjutan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membudidayakan tanaman obat dan juga meminta peran aktif masyarakat untuk melakukan upaya pengobatan secara mandiri, agar masyarakat semakin terampil dan tidak selalu bergantung pengobatan kimia.
27 November 2025
20 Desember 2025
12 Oktober 2025